Teori Moral Kognitif


Pada awalnya konsep perkembangan moral (moral development) dikemukakan oleh Piaget (1932) dalam monografnya, The Moral Judgment of a Child. Dalam perkembangannya menurut Kohlberg et al., 1984 (dalam id.wikipedia.org) teori perkembangan moral berkembang menjadi teori perkembangan moral kognitif (cognitive moral development–CMD) modern yang dilahirkan oleh seorang peneliti yang bernama Lawrence Kohlberg, pada tahun 1950an. Penemuan tersebut merupakan hasil dari perluasan gagasan Piaget sehingga mencakup penalaran remaja dan orang dewasa.

Pada tahun 1969, Kohlberg melakukan penelusuran perkembangan pemikiran remaja dan young adults. Kohlberg meneliti cara berpikir anak-anak melalui pengalaman mereka yang meliputi pemahaman konsep moral, misalnya konsep justice, rights, equality, dan human welfare. Riset awal Kohlberg dilakukan pada tahun 1963 pada anak usia 10-16 tahun. berdasarkan riset tersebut

Kohlberg mengemukakan teori perkembangan moral kognitif. Riset Kohlberg memfokuskan pada pengembangan moral kognitif anak muda (young males) yang menguji proses kualitatif pengukuran respon verbal dengan menggunakan Kohlberg’s Moral Judgement Interview (MJI). Menurut prospektif pengembangan moral kognitif, kapasitas moral individu menjadi lebih

rumit dan komplek jika individu tersebut mendapatkan tambahan struktur moral kognitif pada setiap peningkatan level pertumbuhan perkembangan moral. Pertumbuhan eksternal berasal dari rewards dan punishment yang diberikan, sedangkan pertumbuhan internal mengarah pada prinsip dan keadilan universal (Kohlberg, 1969 dalam Kohlberg, 1981). Tahapan perkembangan moral seseorang
dapat dilihat secara lebih jelas pada tabel 2.1. 

Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak. Dalam wawancara, anak-anak diberi serangkaian cerita di mana tokoh-tokohnya menghadapi dilema-dilema moral. Setelah membaca cerita, anak-anak yang menjadi responden menjawab serangkaian pertanyaan tentang dilema moral.

Berdasarkan penalaran-penalaran yang diberikan oleh responden dalam merespons dilema moral, Kohlberg (dalam wangmuba.com/2009) percaya terdapat tiga tingkat perkembangan moral, yang setiap tingkatnya ditandai oleh dua tahap. Hal ini sama kaitannya dengan ilmu pengetahuan yang diserap oleh individu. Dengan adanya pengetahuan yang dimiliki maka akan berpengaruh terhadap penalaran yang diberikan individu dalam tiap tahapan perkembangan moral sehingga terdapat perubahan perkembangan dan perilaku di tiap tahap perkembangan moral individu.

LEVEL
HAL YANG BENAR
Level 1: Pre-Conventional
Tingkat 1: Orientasi ketaatan dan
Hukuman (Punishment and Obedience Orientation)

Tingkat 2: Pandangan Individualistik
(Intrumental Relativist Orientation)

Menghindari pelanggaran aturan untuk
menghindari hukuman atau kerugian.
Kekuatan otoritas superior menentukan
“right”.
Mengikuti aturan ketika aturan tersebut
sesuai dengan kepentingan pribadi dan
membiarkan pihak lain melakukan hal
yang sama. “right” didefinisikan dengan
equal exchange, suatu kesepakatan yang
fair
Level 2: Conventional
Tingkat 3: Mutual ekspektasi
interpersonal, hubungan dan
kesesuaian. (“good boy or nice girl” orientation)

Tingkat 4: Sistem sosial dan  hati
Nurani (Law and order orientation)

Memperlihatkan stereotype perilaku
yang baik. Berbuat sesuai dengan apa
yang diharapkan pihak lain.

Mengikuti aturan hukum dan masyarakat (sosial, legal, dan sistem keagamaan) dalam usaha untuk memelihara kesejahteraan
Level 3 Post-Conventional
Tingkat 5: Kontak sosial dan hak
Individual (Social-contract legal orientation)

Tingkat 6: Prinsip etika universal
(Universa ethical principle
orientation)
Mempertimbangkan relativism padangan personal, tetapi masih menekankan aturan dan hukum.

Bertindak sesuai dengan pemilihan
pribadi prinsip etika keadilan dan hak
(perspektif rasionalitas individu yang
mengakui sifat moral).
Sumber : Etika Individual : Pola Dasar Filsafat Moral, Burhanuddin Salam (2000)

Konsep kunci untuk memahami perkembangan moral, khususnya teori Kohlberg, ialah internalisasi (internalization), yakni perubahan perkembangan dari perilaku yang dikendalikan secara eksternal menjadi perilaku yang dikendalikan secara internal.
Poskan Komentar